rencana bisnis / kewirausahaan

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengajar. Isi makalah ini membahas tentang Rencana bisnis.

1.2 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari lebih banyak tentang apa yang dimaksud dengan Rencana bisnis.
Mengetahui tahapan-tahapan dalam membuat rencana bisnis,manfaat dari pembuatan rencana bisnis,dan tujuan dari pembuatan rencana bisnis itu sendiri dan bagian penting dalam rencana bisnis. dan juga mengetahui format penyusunan dan pembuatan rencana bisnis.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rencana Bisnis

Rencana bisnis (business plan), merupakan dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh seorang pengusaha yang mendiskripsikan semua elemen eksternal dan elemen internal yang relevan yang terlibat dalam pembentukan sebuah perusahaan baru. Rencana bisnis merupakan langkah awal dari seorang wirausahawan dalam mempersiapkan dan memulai usahanya. Rencana bisnis juga dapat mengandung informasi tentang latar belakang organisasi atau tim yang bertanggung jawab memenuhi tujuan itu. Sering kali rencana bisnis merupakan penggabungan rencana-rencana fungsional seperti pemasaran,keuangan,manufaktur, dan sumber daya manusia.

Proses perencanaan itu bukanlah sebuah proses yang dilakukan dalam satu kali proses, tetapi membutuhkan tahapan-tahapan proses yang berurutan dan saling terkait.
ahapan-tahapan dalam rencana bisnis adalah :
1. Tahapan riset dan survei lapangan, seperti perilaku konsumen, perilaku pasar,tingkat permintaan, tren, dan arah perubahan persaingan
(change driver).
  1. Tahapan pengumpul;an data dari internal dan eksternal.
  2. Tapan evaluasi data dan pengelolaan data dengan metode-metode statistik ataumetode-metode analisa yang lain.
  3. Tahapan penyelesaian hasil riset dan survei untuk memastikan bahwa data daninformasi itu sudah akurat dan benar.
  4. Tahapan perencanaan dan analisa pemilihan strategi perusahaan atas hasil riset.
  5. Tahapan persiapan, pembuatan, dan penyusunan rencana bisnis.
Perencanaan bisnis mencangkup :
1. Manajerial perusahaan, kejelasan dalam tatanan kinerja perusahaan
2. Keadaan fisik dan sebuah bangunan yang kita tempati
3. Pegawai, tenaga kerja staff
4. Produk yaang kita hasilkan
5. Sistem informasi mengenai market perusahaan
6. Rincian rugi/laba
7. Perhitungan neraca
8. Prediksi cash flow untuk 2 tahun ke depan

Tujuan dari rencana bisnis bukan hanya sebagai pedoman atau buku pegangan dalam berbisnis, tetapi untuk dijalankan dan sebagai peta perjalanan bisnis yang akan dan di jalankan. Tetapi harus tetap berada dijalur yang benar dan sesuai dengan yang direncanakan.

Ada 2 pandangan yang harus dipertimbangkan dalam mempersiapkan rencana bisnis:
  • Pandangan dari pengusaha yang memahami kreativitas dan teknologi dalam perusahaan baru tersebut secara lebih baik bila dibandingkan dengan orang lain.
  • Perspektif pemasaran, para pengusaha harus berusaha memandang bisnis merekamelalui sudut pandang pelanggan seorang pengusaha harus berusaha memendang bisnisnya melalui sudut pandanginvestor. 
Perkiraan finansial yang baik sangatlah penting.rencana bisnis sangatlah berharga bagi seorang pengusaha, investor yang potensial, atau bahkan karyawan baru yang berusaha untuk membiasakan diri dengan perusahaan, tujuan tujuannya, dan sasarannya karena :
  • Membantu kelangsungan hidup perusahaan dalam pasar yang ditunjuk
  • Memberikan petunjuk untuk seorang pengusaha dalam mengatur aktivitas aktivitasnya berfungsi sebagai alat yang penting untuk membantu mendapatkan pembiayaan.
2.2 Manfaat Rencana Bisnis

Ditinjau dari sisi positifnya, ada beberapa manfaat penting rencana bisnis bagi wirausahawan dalam mensukseskan bisnisnya, yaitu :
  1. Membantu wirausahawan untuk berpikir tentang bisnisnya melalui ide-ide yang dituangkan dalam sebuah rencana yang terintegrasi dengan baik.
  2. Membantu wirausahawan dalam mengambil keputusan dan mengevaluasi keputusan dan mengevaluasi ide-ide bisnis sehingga resiko kegagalan bisadiminimalisir.
  3. Memberikan informasi dan sinyal bagi bisnisnya agar tetap berjalan dengan benar,sehingga rencana bisnis itu bisa menjadi mercusuar (pedoman) bagi perjalanan bisnisnya.
  4. Meningkatkan kepercayaan diri dari wirausahawan bila bisnisnya berrjalan dengan baik sesuai rencana bisnis.
  5. Untuk belajar dari kegagalan, kesalahan, dan pandangan-pandangan bisnis yangtidak sesuai pada saat menjalankan bisnis
  6. Menuntun wirausahawan agar menjadikan bisnis pertamanya mempunyai kemungkinan untuk sukses dan terus tumbuh dan berkembang.
  7. Mengingatkan agar dalam berinvestasi tidak didasarkan keputusan yang bersifatemosi saja tanpa landasan yang tepat Membantu wirausahawan dalam mencari rekan bisnis, pemodal, investor, atau untuk mengajukan kredit modal kerja ke bank.
Tetapi tidak sedikit juga wirausahawan yang enggan membuat rencana bisnisnya dikarenakan alasan-alasan sebagai berikut :
1. Bisnisnya masih terlalu kecil, jadi belum saatnya membuat rencana bisnis.
2. Omzet belum terlalu besar..
3. Organisasi bisnisnya masih sederhana dan tidak terlalu sulit untuk dikendalikan sehingga masih bisa diawasi secara langsung.
4. Merasa yakin bahwa bisnis bisa sukses tanpa rencana bisnis yang tertulis karena semua ada dalam pikiran wirausahawan tersebut.
5. Terlalu teoritis, sedangkan bisnis bersifat praktis sehingga sulit untuk diterapkandan dilaksanakan.
6. Bisnis itu bersifat tidak pasti Business plan.Bertujuan untuk :
  • Mencari investor
  • Menjual perusahaan
  • Memulai usaha baru dengan tujuan agar usahanya menjadi besar
  • Kredit bank dan lain-lain

3.1 Bagian Penting Dalam Rencana Bisnis
Peta bisnis itu perlu dituangkan dalam rencana bisnis. Ada 5 bagian penting yang harus terkandung dalam rencana bisnis bila digunakan untuk memulai usaha atau mencari investor, yaitu :
1. Mengidentifikasi rencana bisnis
2. Merancang konsep bisnis
3. Membuat peta jalan bisnis
4. Mementukan alternatif-alternatif strategi sebagai rencana cadangan untuk antisipasi dalam meminimalkan risiko yang akan terjadi.
5. Menyusun rencana jalan keluar bila terjadi kegagalan total dalam bisnis atau terjadi likuidasi bisnis.

Di dalam merencanakan sebuah bisnis, setiap pengusaha sebaiknya menulis rencana bisnis (business plan). Business plan yang baik harus mengandung informasi yang diperlukan pihak-pihak terkait sehubung dengan kepentingan bisnisnya dalam rangka mengambil keputusan yang strategi.
Ada framework yang perlu dipaparkan dan diketahui oleh wirausahawan dalam menyusun format business plan, yaitu :
1. Format konsep bisnis
2. Format konsep strategi pemasaran
3. Format konsep operasional
4. Format konsep dan strategi perencanaan keuangan
5. Format-format lain yang dibutuhkan (disesuaikan dengan kebutuhan).

3.2 Format Penyusunan dan Pembuatan Rencana Bisnis

Setiap penyusunan dan pembuatan rencana bisnis setidaknya memiliki garis besar kerangka format penyusunan.
Kerangka dan format penyusunan rencana bisnis terdiri dari beberapa bagian pokok, yaitu :
1. Introduction (perkenalan)
2. Executive summary, dimana biasanya hal tersebut harus clear, exciting, effective,and attractive
3. The product
4. The business
5. The industry
6. Business goals
7. Marketing plan
8. Marketing communication

BAB III PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Rencana bisnis (business plan) merupakan dokumen tertulis yang dipersiapkan oleh seorang pengusaha yang mendiskripsikan semua elemen eksternal dan elemen internal yang relevan yang terlibat dalam pembentukan sebuah perusahaan baru. Rencana bisnis merupakan langkah awal dari seorang wirausahawan dalam mempersiapkan dan memulai usahanya.

Tujuan dari rencana bisnis bukan hanya sebagai pedoman atau buku pegangan dalam berbisnis, tetapi untuk dijalankan dan sebagai peta perjalanan bisnis yang akan di lakukan dantelah dilakukannya itu tetap berada dijalur yang benar dan sesuai dengan yang direncanakan.Business plan yang baik harus mengandung informasi yang diperlukan pihak-pihak terkait sehubung dengan kepentingan bisnisnya dalam rangka mengambil keputusan yang strategi.

DAFTAR PUSTAKA ………..

Hisrich,Robert D, Michael P. Peters, dan Dean A. Shepherd. 2008. Kewirausahaan.Salemba empat : Jakarta.Hendro. 2011. Dasar-dasar Kewirausahaan. Erlangga : Jakarta

Previous
Next Post »

6 komentar

Click here for komentar