seorang pengembala ingin jadi sarjana_My book



Masa kecil penuh kebahagiaan
setiap anak selalu menginginkan kebebasan bermain sepuasnya namun berbeda halnya dengan keempat bersaudara ini dimasa kecilnya iya bahkan hampir tidak terlalu mementingkan permainan seperti layaknya anak-anak yang lain namun iya hanya ingin memberikan sedikit bantuan kepada kedua orang tuanya. Diantara mereka saudara yang paling tualah yang paling sering membantu kedua orang tuanya, selepas iya pulang sekolah seteguk air dan sesendok nasi menjadi penjanggal dalam perutnya. Berbeda halnya dengan anak yang lain ketika ia pulang sekolah maka makanan lezat, dan minuman yang enak telah menanti dirumah kemudian setelah itu ia bebas untuk bermain dengan yang lain namun bagi keempat bersaudara ini semua itu tidak terlalu penting karena ketika seragam sekolah telah terlepas dari tubuhnya maka tugas telah menunggunya. Air seteguk serta sesuap nasi menjadi pengantar untuknya melaksanakan tugas-tugasnya, selepas iya mengganti baju seragamnya dengan kaos yang sudah hampir robek iya langsung bergegas dan berangkat mengembalakan ternak-ternaknya dipersawahan tak peduli dengan permainan yang sedang dimainkan oleh anak yang lain. Sawah adalah tempat bermainnya dan hewan ternaknya adalah teman bermain sekaligus sesuatu yang dapat menghiburnya.

Kemewahan dan keindahan kota tak pernah ia rasakan karena tempatnya selepas ia pulang sekolah adalah sawah dan dikelilingi hewan ternak. Tak pernah ia merasa bosan dengan yang dilakukan karena iya berfikiran bahwa yang dilakukan sekarang adalah sebahagiaan kecil dari proses menuju ke suatu taraf yang lebi tinggi lagi belajar mandiri adalah suatu hal yang ia lakukan untuk menyongsong masa depan yang akan datang. Melakukan sesuatu hal yang dapat kita lakukan namun meminta kepada orang lain untuk melakukannya adalah perbuatan manja yang ia lakukan. Hidup manusia tak seharusnya terus bergantung kepada orang lain namun ada saatnya ketika kita masih dapat melakukan sesuatu maka lakukan dan ada saatnya ketika kita butuh maka memintalah bantuan kepada yang lain.

Jiwa yang manja justru hanya akan membuat lemah terhadap jiwa itu sendiri namun jiwa mandiri justru akan membuat jiwa itu merasa kuat untuk tetap bertahan dalam kerasnya kehidupan dunia. Doa yang tak pernah lenyap dari pikirannya membuatnya tetap menjadi mandiri dan hidup dalam kesederhanaan. Hidupnya memang dapat kita katakana jauh dari kata layak namun inilah realita yang harus diterima, mewah tidak mampu menjamin kebahagiaan begitupun dengan kemiskinan juga tidak mampu menjamin kebahagiaan akan tetapi dengan kata syukur kita mampu memaknai hidup ini serta keharmonisan yang terjalin diantara keluarga juga mampu memberikan warna yang berbeda dalam hidup ini.

Setiap sholat yang iya lakukan iya selalu menyisipkan doa untuknya dan untuk keluarganya agar kelak dihari kemudian iya mampu memberikan kebahagiaan untuk kedua orang tuanya sebagai um’at muslim ia tak pernah lalai dalam sholatnya. Shalat merupakan kewajiban utama yang harus ia lakukan karena ia sadar bahwa semua yang ia terima baik itu dikeluarganya maupun di dalam dirinya sendiri. Maka dari itu kata syukur tak pernah ia lupakan dalam dirinya. Sebagai anak tertua di dalam keluarganya ia selalu memberikan contoh yang baik bagi ketiga saudaranya. Ia tidak pernah menunjukkan wajah yang lelah, ia tidak pernah menunjukkan wajah yang bosan, ia tak pernah menunjukkan wajah yang kusam, dan tak pernah ia katakana “ah aku lelah”. Sekalipun ia lelah dan merasa capek namun ia tidak pernah menunjukkannya didepan keluargannya karena ia tidak ingin semua keluarganya merasa bosan dan patah semangat utuk menggapai langit. Yang ia inginkan esok semua keluarganya tetap bersemangat untuk menjemput masa depan yang lebih cerah

Ketika hari libur telah datang maka semua anak-anak dibebaskan untuk bermain sepuasnya dan bebas memilih tempat berlibur yang ia inginkan akan tetapi berbeda dengannya ia tidak lebih mementingkan yang namanya liburan di tempat-tempat manapun seperti halnya anak-anak yang lain karena ia sadar akan keadaan yang ia miliki sekarang, keadaan ekonomi yang tidak mendukung dan tugas tetap menunggunya namun dari semua itu ia tak pernah merasa iri dengan yang lain akan tetapi ia tetap merasa bangga dan bahagia menikmati hari-hari liburnya bersama dengan hewan ternaknya yang ia kembalakan setiap pagi hingga sore harinya, ia merasa kegiatan yang ia lakukan adalah kegiatan yang mengisi hari libur yang tidak akan pernah terlupakan.

part III: segera
Previous
Next Post »