Ketulusan

Ketulusan Cinta dan Kasih Sayang Berbaur Jadi Satu
Ketulusan cinta dari seorang Ibu dan Ayah takan ada yang mampu menandinginya. Cinta dan kasih sayang orang tua tak memiliki batas hingga akhir hayatnya (hingga ajal datang menjemputnya). Pengorbanannya sudah tak terhitung lagi. Dia bahkan rela berkorban nyawa demi anaknya, takan ada yang mampu menghentikan langkahnya sekalipun air hujan mengguyur seluruh tubuhnya, petir menyambar tak akan ia hiraukan dan sekalipun itu badai datang tak akan ia hiraukan demi anak anaknya.
          Lelah, letih, dan lesu sudah ia anggap sebagai hal yang biasa. Demi anak-anaknya ia rela mencari sesuap nasi dengan bekerja dari pagi hingga malam demi anak-anaknya. Dan kadang aku berfikir apakah aku mampu membalas semua ini. Sebesar apapun harta yang diberikan takkan mampu membalas semua ini. Air keringat membasahi seluruh tubuhmu, panas teriknya matahari adalah hal yang biasa bagimu namun engkau tetap tersenyumu didepan anak-anakmu sedikitpun rasa lelah dan letih tak pernah engkau perlihatkan didepan anak anakmu.
          Terkadang air mata ini tidak bisa terbendung jikala aku membayangkan semua pengorbananmu kepadaku. Namun aku bertekat kelak aku akan membahagiakanmu, membanggakanmu mewujudkan keinginanmu  menjadi anak yang berbakti kepada kalian hanya satu pesamu yang yang tak akan pernah aku lupakan “nak jikala engkau besar nanti kuharap engkau menjadi anak yang berbakti, anak yang berprestasi dan dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, baik dilingkungan keluargamu maupun dimasyarakat jangan mudah menyerah karena doaku akan selalu menyertaimu”. Pesan itu takan pernah aku lupakan dan aku akan berusaha untuk mewujudkannya.
Terimah kasih atas semua ketulusanmu……
Oldest